Rabu, 22 Juli 2015

Pelihara 7 Kalimat Ini, Dosa Sejumlah Buih Lautan akan Diampuni



Assalamu'alaikum saudara...
Mumpung hari ini saya dapat artikel yg InsyaAllah sangat bermanfa'at, Ana mau share kepada saudara saudara sekalian, agar kita bisa saling mengingatkan, karna manusia takkan pernah bisa luput dari yg namanya dosa..
Hehee, jadi panjang lebar nih, :-D monggo di baca, mumpung masih anget. ;)
MANUSIA di muka bumi ini tidak akan luput dari dosa. Karena manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Di mana dalam menjalankan kehidupan ini terkadang seseorang tertipu atas keindahan dunia dan permainan di dalamnya. Sehingga, yang baik terlihat buruk dan yang buruk terlihat baik. Itulah mengapa, kita harus senantiasa mendekatkan diri pada Allah, agar dosa-dosa yang menumpuk dapat terkikis habis sebelum kita kembali pada-Nya.
Ada berbagai macam cara untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah. Salah satunya dengan mengamalkan 7 kalimat. Apa sajakah itu?
Al Faqih Abu Laits menegaskan, “Siapa pandai memelihara 7 kalimat, berarti mulia di sisi Allah dan para malaikat-Nya, diampuni dosanya oleh Allah sekalipun besar seperti jumpah buih lautan, dan ia memperoleh lezat/ manisnya taat, hidup dan matinya tetap dalam kebaikan, yaitu:
1. Setiap pekerjaan diawali dengan ucapan, “Bismillah (Dengan menyebut Asma Allah).”
2. Setiap pekerjaan dihabisi dengan ucapan, “Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah).”
3. Ketika lisan terlanjur mengucapkan perkataan yang tiada berfaedah, segera beristighfar, berikut, “Astaghfirullah (Aku mohon ampun kepada Allah).”
4. Ketika hendak melakukan suatu pekerjaan di waktu datang/ besok, mengucapkan, “Inshaa Allah (Jika Allah menghendaki).”
5. Ketika menghadapi hal-hal yang tiada mampu menahannya/ yang tidak disukai hatinya, mengucapkan, “Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adziim (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang luhur lagi Agung).”
6. Ketika tertimpa musibah mengucapkan, “Innaa lillaahi wa inna ilahi raaji’uun (Sungguh, kami adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya pula kami kembali).”
7. Tiada putus-putusnya lisan mengucapkan dua kalimah thayyibah/ dua kalimah syahadat, baik di malam atau pun siang hari.” (Dari Tafsir Hanafi)
Ini dua kalimah thayyibah/ syahadat, “Laa ilaaha illallahu muhammadur rasuulullah (Tiada Tuhan yang lain, kecuali Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasul Allah).”
Sumber: Tarjamah Duratun Nasihin/Karya: Ust. Abu H.F. Ramadlan BA/Penerbit: Mahkota Surabaya
Sumber: islampos.com
Disunting oleh: Sang Pecinta Rasulullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan beri komentar Anda untuk Postingan ini.
(!) Anda langsung bisa berkomentar tanpa perlu log in!